Penerapan Teknologi di Purabaya

Dinas Perhubungan Kota Surabaya melakukan kegiatan pengembangan teknologi guna meningkatkan pelayanan terminal Purabaya antara lain :

  • Sistem pintu kendali elektrik, merupakan sistem penarikan retribusi terminal secara eletronik yang dilengkapi dengan peralatan komputer dan id card kendaraan AKDP dan AKAP tertentu. Dengan sistem ini setiap angkutan AKDP yang masuk terminal dapat diketahui jam masuk terminal, lama parkir didalam terminal dan jumlah retribusi terminal yang dikenakan
  • CCTV terminal, merupakan implementasi teknologi informasi guna meningkatkan pengamanan dan pengendal i an sit uasi te rminal secara on time
  • Pemasangan Display Jadwal Keberangkatan Bus, merupakan display data keberangkatan bus antar kota dalam propin si (A KDP) yang menampilkan jam keberangkan bus sehingga penumpang dapat mengetahui dan memilih bus  yang diinginkan

  • Smart card, dengan sistem yang hampir sama dengan sistem pintu kendali elektrik namun dikhususkan untuk angkutan AKDP jurusan Surabaya – Malang dan AKAP Jurusan Surabaya – Yogyakarta
Advertisements

Jajaran Terminal Purabaya Ikuti Pelatihan, Pengenalan, dan Perancangan SMM ISO 9001 : 2008

Terminal Purabaya tanggal 24 – 25 Mei 2010, kedatangan Tim ISO dalam Kegiatan Pelatihan, Pengenalan, dan Perancangan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008. Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 40 orang jajaran Purabaya ini berisi tentang Konsep Sistem Manajemen Mutu dan Interpretasi Persyaratan ISO 9001 : 2000.

Terminal Purabaya terus melakukan pembenahan di segala bidang, selain perbaikan sarana dan prasarana, kini Terminal Purabaya juga akan menerapkan ISO 9001 : 2008 . Ini dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan terhadap seluruh pengguna jasa terminal dan angkutan umum.  Kualitas pelayanan yang akan di berikan kepada seluruh pengguna jasa terminal nantinya harus sesuai dengan karakteristik mutu untuk jasa, yakni reliability (kehandalan), assurance (jaminan), tangible (penampilan), empathy (pengertian), dan responsiveness (ketanggapan). Diharapkan pula dengan penerapan ISO tersebut komunikasi antar pelanggan, dan keinginan pelanggan, akan terpenuhi dengan baik, tutur Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald, SE, MM.
Kebijakan mutu yang akan diterapkan juga harus sesuai dengan tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tanggung jawab dan wewenang yang ditetapkan juga harus di komunikasikan dengan personel terkait mengefektifan sistem yang telah ada. “Namun kita tetap harus melihat sumber daya yang ada, pengelolaan sumber daya termasuk infrastruktur, dan lingkungan kerja yang juga harus dipertimbangkan termasuk fisik, lingkungan, dan faktor lainnya,” tegas May Ronald.
Pengembangan SMM ISO 9001 : 2008 juga harus memiliki analisa eksternal dan internal akan ancaman dan kesempatan serta kekuatan dan kelemahan Terminal Purabaya, visi dan misi, pemantauan, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan serta dokumentasi terhadap sistem manajemen itu sendiri, demikian papar May Ronald mengakhiri pembicaraan.

Revitalisasi Terminal Purabaya

Selain membangun tiga terminal yakni terminal Pesapen, Kendung, dan Tambakwedi, Dinas Perhubungan Kota Surabaya juga akan merevitalisasi empat terminal besar di Surabaya yakni  Joyoboyo, Dukuh Kupang, Manukan, dan salah satunya adalah terminal Purabaya (Bungurasih). Konsep perencanaan revitalisasi iterminal purabaya mengacu pada konsep bandara Convenience and Care Terminal (C2 Terminal).

Convience : Kenyamanan,  aman, bersih, asri, rekreatif, hiburan, dab techno

  • Ruang tunggu keberangkatan di lantai 2 , hall, Lobby yang luas, selasar penghubung, bridge connection Ventilasi alam dan Mekanis
  • Satuan Pengamanan Terminal, fasiltas keselamatan penumpang
  • Taman, Kolam, air mancur, art sclupture
  • Art building + landscape, stand commersial,  souvenir
  • Panggung Hiburan (stage)
  • Eskalator/travelator, Terminal Information Display & Board

Care pada :

  • Penumpang, Pengantar/penjemput, Penyandang Cacat/lansia, Ibu – Bayi, Perokok, Businessman, Karyawan, Awak Bus, Lingkungan
  • Canopy-selasar,-pedestrian’s way, rest room, & mushola, locker , medical care, guide signage, trolly
  • Car drop off, parkir gedung untuk mobil + roda dua
  • Ramp, unable/handycapesd toilet
  • Play ground & Laktasi
  • Smoking Area
  • Bussines Centre : ATM, Warpostel, Mini office, Book store, Wifi area
  • AC ruang kantor, Parkir karyawan, rest room, mushola, ruang monitor , relaksasi
  • Asrama awak bus/angkutan umum, kantin, tempat cuci bis,bengkel
  • Closed /transparant wall Main Building, IPAL
Slide 8

aman, bersih, asri,  rekreatif, hiburan, Techno

Terminal Purabaya Siap Terapkan ISO 9001 : 2008

Terminal Purabaya terus melakukan pembenahan di segala bidang, selain perbaikan sarana dan prasarana, kini Terminal Purabaya juga akan menerapkan ISO 9001 : 2008 guna meningkatkan mutu pelayanan terhadap seluruh pengguna jasa terminal dan angkutan umum.
Menurut Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald, SE, MM, pelayanan yang akan di berikan kepada seluruh pengguna jasa terminal adalah pelayanan bermutu, yakni kecepatan pelayanan, kepastian pelayanan, dan keramahan petugas pelayanan. Ini dilakukan agar masyarakat atau pelanggan merasa puas dan nyaman menggunakan jasa terminal. Upaya perbaikan pelayanan publik harus berdasar pada UU.No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Kepmenpan No.25/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat, dan Permenpan No.7/2010 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik.
Penerapan ISO 9001 : 2008 terdiri dari beberapa tahap kegiatan, tahap awal adalah kegiatan kajian awal sistem. Pada tahap ini dilakukan presentasi pengenalan metodologi, kaji awal sistem sampai terbentuknya tim ISO 9001:2008. Tahap berikutnya adalah Pelatihan Pengenalan, Perancangan dan Pengembangan. Setelah dilakukan pelatihan, maka tahap berikutnya adalah perancangan dan pengembangan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008. Terminal Purabaya juga akan melakukan evaluasi kinerja dan perbaikan yang berkesinambungan.

Terminal Purabaya Lakukan Penataan Taksi Untuk Menghindari Monopoli Jasa Angkutan Taksi

Penataan taksi di Terminal Purabaya tidaklah mudah di atasi. Hal ini dikarenakan sulitnya menemukan kesepakatan antara perusahaan pemilik taksi dan aturan yang di tetapkan dalam hasil rapat bersama oleh pihak Terminal Purabaya dan para KKU taksi.
Menurut Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald, SE, MM, upaya terhadap penindakan pelanggaran terus di jalankan. Di antaranya petugas secara rutin menggelar operasi terhadap seluruh angkutan umum dan menyisir lokasi-lokasi rawan pelanggaran. Hal ini di lakukan untuk mentertibkan wilayah Terminal Purabaya dari setiap permasalahan yang sangat kompleks. Permasalahan tersebut misalnya, masih banyaknya sopir taksi yang mangkal dan mencari penumpang di area kedatangan bus antar kota, dan masih banyak pula para sopir angkutan umum yang tidak mentaati aturan yang telah di buat dalam rapat bersama.
Padahal, untuk menunjang penataan dan pengelolaan Terminal Purabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya telah melakukan pengecatan Roadline  dan marka di area taksi dan pembenahan infrastruktur di wilayah Terminal Purabaya agar seluruh angkutan umum dapat tertata rapi dan baik. Penataan akan di tindaklanjuti dengan diadakannya operasi penertiban. Diharapkan, semua perusahaan taksi mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh penumpang dan segala permasalahan yang terjadi di Terminal Purabaya dapat teratasi dengan baik

Dishub Surabaya Pasang Fasilitas CCTV di Terminal dan PKB

Dinas Perhubungan Kota Surabaya berencana memasang fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) untuk UPTD Terminal Purabaya, UPTD Terminal Tambak Oso Wilangun serta UPTD PKB Tandes dan UPTD PKB Wiyung. Di masing-masing lokasi tersebut, akan dipasang 5 buah kamera CCTV.
Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Surabaya Ir.Irvan Wahyudrajad, M.M.T,  pemasangan fasilitas CCTV di terminal dan PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) merupakan salah satu bentuk peningkatan layanan publik terhadap masyarakat pengguna jasa transportasi.  Dengan pemasangan CCTV di terminal diharapkan kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna jasa transportasi publik lebih terjamin. Sebab kita ketahui bersama, saat ini tindak kriminal yang terjadi di kawasan terminal sudah sampai pada tingkat yang meresahkan masyarakat. Sehingga diperlukan langkah-langkah penanggulangan tindak kriminal seperti pemasangan CCTV ini. Selain itu dengan pemasangan CCTV pengaturan dan penertiban lalu lintas didalam terminal dapat dilakukan dengan lebih mudah. Diharapkan dengan program ini citra terhadap terminal dapat menjadi lebih baik. Pemasangan fasilitas CCTV di terminal ini sebenarnya bukan hal baru bagi Dishub Surabaya. Sebab sebelumnya fasilitas CCTV sudah dipasang di Terminal Purabaya, jumlahnyaa sebanyak 10 buah. Pemasangan fasilitas ini terbukti sangat efektif untuk membantu operasional terminal. Namun demikian masih di perlukan penambahan di beberapa titik yang di rawan di terminal ini. Sedangkan di Terminal TOW belum ada fasilitas CCTV yang dipasang disana.
Pemasangan fasilitas CCTV di UPTD PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) Tandes dan UPTD PKB Wiyung lebih ditekankan kepada fungsi pengawasan dalam proses uji kir kendaraan bermotor.  Melalui pemasangan CCTV diharapkan proses uji kir dapat dipantau dengan baik, sehingga jika terjadi ketidaksesuaian prosedur dalam proses pengujian tersebut akan segera dapat dimonitor. Untuk selanjutnya dilakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk membenahi hal tersebut. Pemasangan fasilitas CCTV ini juga merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban publik terhadap proses uji kir yang berlangsung di UPTD-UPTD PKB yang ada.