Dishub Kota Surabaya Gelar Operasi Uji Emisi di Terminal Purabaya

23 Juni 2010, Terminal Purabaya, menginggat semakin padatnya kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil, dan angkutan umum yang mengeluarkan asap atau gas buang yang membahayakan kesehatan, maka Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengadakan uji emisi pada bus kota yang masuk di area terminal purabaya. Uji emisi tersebut bertujuan untuk mengetahui kadar gas buang bus kota apakah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan Kepmen LH No. 05 Tahun 2006, yaitu untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin parameter ambang batas yang diperbolehkan adalah untuk zat CO (Karbon Monoksida) tidak melebihi 4,5%, sedangkan untuk kendaraan dengan bahan bakar solar parameter ambang batas emisinya tidak boleh melebihi 70%.

Dalam uji emisi kali ini petugas sekaligus membagikan brosur yang berisikan tentang bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan gas buang yang mengandung zat-zat pencemar yang berdampak pada kesehatan, selain itu juga ada tips-tips dan himbauan agar kendaraan bermotor lulus uji emisi. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan pada pengemudi dan masyarakat luas yang memang belum banyak yang menyadari dengan betul  tentang bahaya-bahaya zat pencemar yang terkandung dalam gas buang tersebut pada kesehatan seperti halnya  Karbon monoksida (CO) yang dapat menyebabkan mengurangi jumlah oksigen dalam darah dan apabila terhirup dalam jumlah kecil dapat menyebabkan gangguan berfikir, penurunan refleks, dan gangguan jantung. Timbal (Pb) dapat meracuni sisitem pembentukan darah merah sehingga mengakibatkan anemia, tekanan darah tinggi, mengurangi fungsi reproduksi dan ginjal pada orang dewasa, dan pada anak-anak dapat berakibat adanya penurunan kemampuan otak dan mengurangi kecerdasan. Hidrokarbon (HC) dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, rasa mengantuk, dan bercak pada kulit. Oksida Belerang (SOx) dapat menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas yang menyebabkan sesak nafas dan batuk. Partikulat (PM10) jika terhirup sampai ke paru-paru paling dalam dapat menimbulkan bronchitis dan jantung. Oksida Nitrogen (NOx) yang menyebabkan meningkatkan infeksi saluran pernafasan. Demikian tadi zat-zat berbahaya yang terkandung dalam gas buang dan dampak yang ditimbulkan pada kesehatan.

Diharapkan dengan adanya uji emisi ini dapat memberikan wawasan mengenai bahaya zat pencemar yang terkandung pada emisi kendaraan sehingga kedepannya dapat mengurangi  pencemaran di lingkungan kota dan terminal purabaya khususnya.

Advertisements

TERMINAL PURABAYA MEMBUKA PINTU DARURAT UNTUK ANTISIPASI KEMACETAN DI JL. LETJEN SOETOYO MEDAENG

04 Juni 2010 – TERMINAL PURABAYA, Untuk keamanan jalan sehubungan dengan adanya sidang pembacaan putusan vonis gugatan Pemilukada Mojokerto yang diajukan KH AHMAD DIMYATI ROSYID (GUS DIM) bacabup Mojokerto di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, sepanjang 500 meter di Jl Letjend Sutoyo ditutup. Akibatnya Arus lalu lintas dialihkan dari Mojokerto yang akan ke Terminal Purabaya harus putar di Bundaran Waru, masuk ke Jl. A.Yani. Penutupan ini mulai dari Brimbob sampai Ramayana Bungurasih diseterilkan. Melihat situasi ini jajaran Terminal Purabaya segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi kemacetan arus keluar masuk bus ke Terminal Purabaya dengan membuka pintu darurat yang ada di Terminal Purabaya. Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) masuk lewat pintu keluar A. Yani, kemudian masuk kepintu darurat yang sudah disediakan petugas di area parkir bus kota, untuk bus yang akan masuk ke terminal purabaya dapat mengambil jalur penurunan bus kota kemudian langsung menuju jalur kedatangan dan untuk bus yang akan keluar dari terminal purabaya bisa langsung menuju pintu keluar Sutoyo.

BANK DUNIA (WORLD BANK) KUNJUNGI TERMINAL PURABAYA

TERMINAL PURABAYA – Selasa 01 Juni 2010, ada kunjungan dari perwakilan Bank Dunia (World Bank). Kehadiran perwakilan Bank Dunia ke Terminal Purabaya ini didampingi oleh Ir. Irvan Wahyudrajad, M.MT selaku Kabid Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kota Surabaya, kemudian langsung disambut oleh kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald, SE, MM. Perwakilan Bank Dunia yang terdiri dari 4 orang ini langsung menuju ruang cctv Terminal Purabaya, sepertinya ruangan cctv menarik perhatian perwakilan Bank dunia ini terlihat dari antusias dan banyaknya pertanyan yang dilontarkan mengenai cctv yang ada di Terminal Purabaya dan 4 orang perwakilan Bank Dunia ini terlihat puas dengan sistem keamanan Terminal Purabaya yang sudah memanfatkan teknologi informasi seperti cctv dan termasuk sistem parkir elektric yang sudah terkomputerisasi. Setelah dari ruang cctv ke 4 perwakilan Bank Dunia ini langsung menuju ke area selter bus kota untuk menganalisa efisiensi trayek dan jumlah armada yang ada di Terminal Purabaya sehubungan dengan niat Bank Dunia untuk membantu memecahkan permasalahan transportasi di surabaya.